Soal Ujian CGI 001, March 2019
Apa yang kalian pikirkan dengan kata LASIK ?
Yuups...pasti berhubungan dengan Mata alias operasi mata... iiih serem yah denger kata operasi pasti identik dengan jahit menjahit dan jarum..
Awalnya sih saya juga berpikiran seperti itu...by the way any why lasik pasti buat yang matanya udah minus, yah seperti saya ini. Diantara teman dan saudara pasti banyak yang engga percaya kalo saya sampai menyebutkan angka untuk minus saya, dan setelah tahu semua pasti bilang BORONG bu!! what???
siapa juga yang mau punya minus tinggi, coba tebak tebak buah manggis deh sama saudara buat nebak berapa minusku.. alhasil paling tinggi mereka menyebutkan -5 (minus 5) ya? tadaaa... anda salah, yang bener minus yang kanan minus sepuluh (-10) dengan tambahan silindernya 1,75 dan untuk mata sebelah kiri minus 11 (-11) dengan silinder 1,35. begitulah dan saya pun hanya tertunduk malu dan engga percaya diri dengan kaca mata yang setebel pantat botol (versi ledekan orang orang yang melihat kaca mata saya)
setelah bertahun tahun merasa minder dan walaupun perna memakai softlense tetep merasa tidak nyaman karena kita harus selalu mengingat bahwa ada perangkat keras yang menempel dimata kita dan harus bener bener aware ke mata sendiri, ga boleh kucek keras dan kasar belum lagi kalo lagi shalat kadang softlensenya naik ke atas (bagian putih dalam mata) bisa dibayangkan perihnya, engga perih sih cuma kan susah buat nariknya kembali ketengah pupil mata, dan belum lagi kalo copot alias hilang tersapu air..kadang disitu saya merasa sedih dan merengut kepada sang pencipta kenapa saya harus minus. Berbagai usaha dicoba dari yang minum jus sampai enek enekkan di minum dan terapi ala india or pakistan yang katanya bisa menghilangkan rabu jauh, silinder dan katarak (sesuai iklan seperti itu), alhasil hasil nol besar. uang habis percuma dan tidak ada cahaya cerah menuju penurunan mata minusku.
Kemudian browsing tentang lasik, bagaimana metode pengerjaannya, mesin yang digunakan, cek dan ricek biaya per mata maupun untuk harga sepasang mata untuk lasik serta, review orang orang yang telah melakukan lasik. Setelah bertahun tahun membaca referensi, saya klasifikasikan enam rumah sakit dari sekian banyak rumah sakit, kenapa mesti bertahun tahun? jawabannya simple yakni menabung buat lasik guys, but engga pernah ngumpul-ngumpul uangnya, hehehe...,
Tapi rejeki ga kemana selalu ikhtiar dan niatan saya harus berubah. Di tahun 2015 akhirnya saya memutuskan untuk Lasik Mata di Rumah Sakit Dr.Yap di Yogyakarta, kenapa Jogja? yang pasti rumah sakit dengan biaya termurah se Asia Tenggara lho, bayangin di Malaysia RM.4,005.- itu harga disalah satu klinik mata disana, di Singapore sendiri SGD.4,000.- itu harga sepasang mata untuk Lasik, harga tersebut saya dapat dengan bantuan aplikasi di internet untuk membantu saya untuk reservasi bikin appointment tanya jawab dengan pihak rumah sakit yang tepat sesuai dengan budget kita, dan itu real kita berbicara langsung dengan rumah sakit yang bersangkutan so aman no tipu tipu (klo ga salah aplikasi doc-doc). Di Indonesia sendiri ada beberapa tempat seperti di Rumah Sakit Sriwijaya Palembang, Medan, Surabaya dan di Jakarta Eye Centre dengan metde Z-Lasik keluaran terbaru itu harga terakhir waktu nanya pas lagi medical check up yang ke tiga (pasca lasik di Jogja) disana tanggal 8 February 2016 itu seharga IDR.29jt.- belum termasuk biaya pra operasi /lasik ya. biaya medical pra lasik kurang lebih IDR.1,8jt belum termasuk obat, itu harga lasik dua mata yang hanya memakan waktu 20-25 menit per mata.
Kembali ke Rumah Sakit Mata Dr.YAP, biaya terjangkau hanya IDR.15jt belum termasuk obat dan biaya pra lasik seharga IDR.800rb (rincian total akan saya jabarkan untuk referensi kalian yang membutuhkan untuk kalkulasi itung menghitung budget). kalian bisa compare sendiri bila ingin melakukan lasik. itu di tahun 2015 yah, dan menurut info tahun 2016 ini akan ada kenaikan. Free check up untuk 6 bulan kedepannya setelah Lasik. Milih rumah sakit ini soalnya selain murah, mesin yang digunakan pun sudah canggih buatan Jerman itu referensi yang saya baca lho ya. Dan Alhamdulillah aman, lancar dan bisa melihat dengan baik sekarang.
Cerita awal mula lasik yang bisa di bilang dadakan, alias engga terbayang yang seperti apa rasanya. Masih ingat di awal bulan tanggal 5 Desember 2015 saya menelpon rumah sakit dan di angkat oleh Mba Nur perawat di RS.DR.Yap, dengan ramah menjelasan, dan langsung menawarkan "kalo mau Mba (saya) langsung reservasi aja karena di bulan desember ini terakhir melakukan lasik karena akhir tahun dan diatas tanggal 25 Desember 2015 tidak ada operasi lagi dan otomatis tahun depan 2016, baru tindakan operasi sekedar info lasik hanya dilakukan seminggu satu kali di hari kamis kata Mba Nur" karena menjelang akhir tahun 2015 dan dengan modal nekat saya meng"iya"kan untuk LASIK.
Akhirnya saya yang notabene tinggal di Batam harus langsung ceki ceki tempat penginapan di Jogja yang nantinya akan ditemani oleh Ibunda tercinta kurang lebih 2-3 minggu. Saya menginap di Hotel Puspo Nugroho (Telp.0274-518001) karena tidak dapat hotel di sekitaran rumah sakit tersebut jadi menginap dekat Malioboro, karena menjelang Natal dan Tahun baru hotel kecil dan berbintang semua full booked, banyak wisatawan lokal dan mancanegara pasti memilih destinasi kota Yogyakarta untuk liburan bersama keluarga. Hotel puspo nugroho saya bilang lebih mirip kamar kos kosan, bersih dan murah untuk ukuran saya soalnya akan berada lama disana permalamnya IDR.140rb, tapi setelah tahu lokasi disana, ternyata banyak hotel hotel murah ala backpacker lho, pesan untuk kalian yang akan lama disana baik yang sekedar jalan jalan maupun ingin melakukan perawatan sebaiknya pesan untuk beberapa hari aja, setelahnya langsung jalan jalan biar tahu kondisi sekitar jadi kita ga rugi kalopun pindah penginapan, hal yang saya alami cuma balik 60% dari total bookingan IDR.640rb di daerah rumah sakit Dr.Yap. engga jadi nginep soalnya Ibu saya ragu akan keamanan dan bentuk penginapannya yang seperti tak berpenghuni. dan akhirnya pilihan jatuh ke Hotel puspo ini.
Singkat cerita untuk lasik,dari pra lasik hingga pasca lasik
Des 12 : Hari sabtu tepatnya saya ke Jogja, menuju Hotel Puspo Nugroho, malamnya jalan jalan ke Malioboro, sambil menyelam minum air, besok minggunya saya dan Ibu mencari lokasi rumah sakit karena belum tau angkutan (mengingat budget jadi pengennya naek angkot ya gaes) apa yang lewat depan rumah sakit jadi naik taxi. murah cuma dua puluh ribu (Rp.20,000).
Des 14 : Medical pra lasik, ditahapan ini menentukan bisa dilasik atau tidak. Mulai dari Jam 9 pagi daftar ke bagian Lasik (sudah reservasi sebelumnya), duduk cantik mata diberi kertas lakmus untuk mngetahui kadar air mata selama 10 menit, setelahnya proses pengecekan mata oleh dokter dokter ahli di bidangnya seperti dokter syaraf mata, pengecekan ketebalan kornea dll, hingga pukul 21.00 wib (full seharian di rumah sakit) jadi mesti sabar ya nunggunya.
Des 15 : Kembali lagi untuk mengetahui hasil pemeriksaan di hari sebelumnya. bisa secara total minus hilang atau tidak, dan ternyata dari serangkaian tes yang saya lewati, totaly minus saya tidak bisa di NOL kan karena ketebalan kornea setelah melalui perhitungan dan kalkulasi dokter tidak memenuhi syarat. jadi akan tetap disisakan minus kanan 2 (-2) dan yang kiri (-3,25). terdiam sejenak diberikan waktu untuk berpikir, bila lanjut maka besok saya kembali untuk melakukan lasik. dan pulang ke Hotel besokya saya baru memberika kepastian. Actually ada yang minusnya sama dengan saya tapi bisa NOL alias tidak minus dan tanpa kaca mata lagi karena dia memenuhi syarat dari lasik itu sendiri.
Des 17 : Sehari sebelum lasik akan di infokan untuk tidak memakai cream wajah ya. dan hari ini pun ditunggu. Lasikpun dimulai, daftar untuk mendapatkan urutan operas lasik, dan saya di jam 10 pagi, ganti baju operasi, duduk cantik sambil diberikan Jus yang menurut rasa lidah saya seperti jus wortel dengan tambahan sayuran hijau untuk merelaxasikan pasien dan satu jam setelahnya baru minum obat kecil "Valisanbe 5mg" fungsinya obat anti kejang (hasil searching dari google) secara kita hanya bius lokal di kedua mata, jadi kita bisa mendengar percakapan dokter dengan mata yang terbelalak tapi tak terasa dilakukan lasik dengan laser, jadi yang ga kuat bisa pingsan duluan sebelum atau setelahnya karena mental yang tidak kuat atau deg deg-kan karena pihak keluarga termasuk saya yang sebelum operasi dapat melihat teman teman terdepan saya yang sedang lasik mata diruang operasi dapat terlihat di media TV yang telah disediakan pihak Rumah sakit untuk diperlihatkan atau ditonton oleh kami dan para keluarga yang menunggu diluar mungkin berguna meninjau juga cara kerja dokter, kondisi si pasien yang di lasik matanya bahwa lasik itu tidak seseram yang di bayangkan. Tapi tetep aja dag dig dug ser, hahaahahaaa...
Dan saya pun mulai dipanggil seperti berasa dipanggil ujian waktu kuliah, panas dingin rasanya, mencoba tenang tarik nafas dan hembuskan (untungnya ga ada hembusan angin lain yang keluar ya, xixixiii..).
Bagi yang berhijab seperti saya, tenang diberikan penutup kepala kurang
lebih seperti jilbab langsung. Duduk menunggu antrian. Sebelumnya mata di
teteskan obat bius lokal agar kebas alias tidak merasakan sakit saat lasik, dua
teman saya masuk terlebih dulu, kloter saya laki laki semua yang akan masuk
sekolah kepolisian.
Duduk tenang kembali dan akhirnya nama saya dipanggil. jalan ke arah
kasur operasi tidak lupa arahan untuk membaca doa oleh para dokter, berbaring
kemudian mata di berikan sebuah penyangga mata dari besi. yang dilasik sebelah
kiri dahulu, kanan di tutup dengan penutup warna hitam agar tidak terkena
cahaya terang, take a time kuraang lebih 20 menit dan begitu sebaliknya, saat
pengerjaan tidak merasakan sakit sama sekali hanya cahaya merah yang tepat di
atas mata yang mendarat ke mata. Akhirnya selesai dibuka kedua matanya setelah
lasik Masya Allah muka dokternya langsung dapat terlihat jelas tanpa buram,
secara bisa dibayangkan ya minus saya berapa saudara saudara.
Pertama kali di tanya oleh para dokter, bagaimana sudah bisa melihat
dengan jelas, lalu saya menjawab muka dokter terlihat lebih ganteng dan muda, wkwwkkwkwk
(padahal dokternya sudah tua dan beruban mungkin 60an lah ya secara semua sudah
sepuh dan berpangkat professor semua) dan mereka pun tertawa..Alhamdulillah
katanya.
Setelah itu di tuntun menuju tempat istirahat di ruang pasca operasi untuk meminimalisir rasa pusing setelah bius habis, dan rasa kaget setelah operasi sedikit senut senut gitu.
Ganti baju kembali di sana. akhirnya jam 15.00wib saya pulang,
menggunakan dop.
Seminggu berlalu, dan check up pertama (free check up sebanyak 6x ya).
Des 23 : Nah setelahnya seminggu sesuai dengan schedule operasi seminggu setelah lasik saya harus kembali untuk meninjau hasil lasik tersebut. Minus saya yang sebelumnya disisakan kiri jadi minus 3.25 ternyata jadi minus 2, dan yang kanan jadi 1,25. Diluar prediksi dokter dan sangat bagus sekali kata dokternya. Dan untuk check up selanjutnya di Batam karena hanya medical yang meninjau kesehatan mata.
Nah to do List, rule yang wajib di ketahui setelah lasik adalah, membaca intruksi pasca operasi lasik
yakni:
1. Memakai pelindung mata (dop/penutup mata bening) selama sebulan
atau 30 hari kedepannya selama tidur untuk menghindari kena tangan /
mengucek mata.
Comments
Btw semoga lancar ya.
Untuk cuti, sy jg bekerja tp slama kita info cutinya sprti apa pst akan diberikan kq toh utk kesehatan karyawan lho (krywn itu aset perusahaan) sprti sy dikasih cuti slama 3 minggu. Cukup skali kontrol di jogja nextnya bd minta rujukan du RR yg di batam, RS.Awal bros.
Mudah2n niatnya bisa kesampean lasiknya ya.
Thnks